Kamis, 14 Juli 2011

Perilaku Terpuji Tobat dan Raja’


Hawa nafsu merupakan sesuatu yang melekat pada diri setiap manusia. Seringkali hawa nafsu membawa seseorang cenderung ke arah keburukan sehingga setiap orang harus mampu mengendalikannya. Hawa nafsu dapat membawa kebaikan selama ia mampu diarahkan, tetapi akan menjerumuskan pada kejahatan bila dibiarkan tanpa arah yang jelas.

Allah berfirman dalam Q.S Al-Jasiyah ayat 23 yang artinya :
“Maka pernahkah engkau melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya ? dan Allah membiarkannya sesaat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya ? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran.”

Orang yang menurutkan hawa nafsunya sangat dimurkai oleh Allah SWT. dan disamakan dosa dan bahayanya dengan orang-orang yang menyembah berhala dan memuja benda-benda yang ada di bumi.

Nafsu mengandung ketertarikan syahwat untuk mencari kelezatan jasmani dan rohani sehingga mudah menerima godaan serta bujukan setan. Nafsu manusia ada 3 macam, yaitu :
1.    Nafsu Amarah, yaitu nafsu yang menyuruh kepada keburukan
2.    Nafsu Lawamah, yaitu nafsu yang suka mencela atau mengecam
3.    Nafsu Mutma’innah, yaitu nafsu yang tenang dan tentram

Apabila nafsu manusia mengikuti syahwatnya, maka itulah yang disebut nafsu amarah. Apabila nafsu itu telah melakukan perbuatan buruk, maka hadirlah nafsu lawamah yang mencela dan mencari perbuatan buruk yang dilakukannya karena mengikuti hawa nafsu syahwatnya. Apabila nafsu itu telah menyesal atas perbuatan jahat yang dlakukannya, maka perasaan menyesal timbul dari nafsu mutma’innah.

Berikut ini merupakan beberapa perilaku yang dapat melatih diri kita agar mampu bersikap mengendalikan diri, antara lain :
1.    Tidak suka mengolok-olok dan berburuk sangka terhadap orang lain
2.    Tidak iri dan dengki
3.    Tidak sombong
4.    Tidak kikir dan pelit
5.    Tidak tamak
6.    Tidak memfitnah
7.    Tidak melakukan kejahatan
8.    Ikhlas
9.    Sabar
10. Suka berkorban
11. Pandai bersyukur
12. Mau bertobat dan mengadakan perbaikan
13. Mampu mengendalikan hawa nafsu

Tobat adalah proses menyadari kesalahan yang telah diperbuat dan berupaya sekuat hati untuk tidak melakukannya kembali atau permohonan ampun kepada Allah SWT. atas kesalahan (kekhilafan) dan atas perbuatan dosa yang telah dilakukannya.

Nabi Muhammad saw. Bersabda yang artinya : Dari Ibnu Umar, Nabi saw. bersabda “Sesungguhnya Allah menerima tobat hamba-Nya selagi ia belum tercungap-cungap hendak mati (nyawanya berbalik-balik di kerongkongan).” (H.R Ahmad)

Kesalahan atau kekhilafan yang dilakukan terhadap orang lain dapat berupa hal-hal sebagai berikut.
1.    Tidak memuliakan anak yatim piatu, tidak menganjurkan dan memberi makan orang miskin, memakan harta dengan cara mencampuradukakan yang hak dengan yang batil dan mencintai harta berlebihan
2.    Bakhil, merasa tidak cukup, dan mendustakan pahala yang baik
3.    Mengumpat, mencela, prasangka, dan olok-olok
4.    Tidak melaksanakan rukun Islam, terutama mendirikan sholat.

Kriteria orang-orang yang bertobat, yaitu :
1.     Orang yang bertobat sesudah melakukan kesalahan. Orang ini diampuni dosanya.
2.     Tobat seseorang ketika hampir mati atau sekarat. Tobat semacam ini sudah tidak dapat diterima.
3.     Tobat nasuha atau tobat yang sebenar-benarnya. Tobat semacam inilah yang nilainya paling tinggi.

Tobat nasuha dapat dilakukan dengan proses berikut .
a.    Segera mohon ampun dan meminta tolong hanya kepada Allah
b.    Meminta perlindungan dari perbuatan setan atau iblis dan dari kejahatan makhluk lainnya
c.     Bersegera berbuat baik atau mmengadakn perbaikan, dengan sungguh-sungguh, tidak melampaui batas, dan hasilnya tidak boleh diminta segera serta sadar karena tidak semua keinginan dapat dicapai
d.    Menggunakan akal dengan sebaik-baiknya agar tidak dimurkai Allah, dan menggunakan pengetahuan tanpa mengikuti nafsu yang buruk, serta selalu membaca ayat-ayat Al-Qur’an, mendengarkan perkataan lalu memilih yang terbaik dan bertanya kepada yang berpengetahuan jika tidak tahu
e.    Bersabar, karena jika tidak sabar orang yang beriman dan bertaqwa tidak akan mendapat pahala
f.     Melakukan sholat untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar dan bertebaran di muka bumi setelah selesai sholat untuk mencari karunia Allah dengan selalu mengingat-nya agar beruntung
g.    Terus menerus berbuat baik agar diberi hikmah

Tobat nasuha adalah tobat yang dilakukan dengan sungguh-sungguh atau sebenar-benarnya. Ada 3 macam jenis orang-orang kafir yang bertobat, yaitu :
a.    Mulanya kafir kemudian telah bertobat dengan sebenar-benarmya atau tobat nasuha
b.    Bertobat tetapi tidak diterima tobatnya oleh Tuhan karena terus-menerua kembali ingkar dan kufur
c.     Orang yang matinya di dalam kekufuran dengan tidak bertobat

Untuk bisa dinyatakan tobat nasuha, seseorang harus memenuhi syarat sebagai berikut.
a.    Harus menghentikan perbuatan dosanya
b.    Harus menyesali perbuatannya
c.     Niat sungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan dosa itu lagi.




A. RAJA’ (Mengharap Keridhaan Allah)

Jalan yang hak dalam menggapai ridha Allah antara lain melalui orang tua (birrul walidain). Berbakti kepada kedua orang tua adalah salah satu masalah yang penting dalam Islam. Di dalam Al-Qur’an, setelah memerintahkan kepada manusia untuk bertauhid kepada-Nya, Allah SWT. memerintahkan untuk berbakti kepada orang tuanya.

Allah SWT. berfirman dalam Q.S Al-Isra ayat 23-24 yang artinya :
(23) Dan Tuhanmu telah memerinthkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baikya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
(24) Dan hendaklah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah : “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendididk aku waktu kecil.”

Keutamaan berbakti kepada orang tua dan pahalanya apabila kita melaksanakannya antara lain :
·         Bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama
·         Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orang tua
·         Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang dialami yaitu melalui cara beramal sholeh
·         Dengan bersilaturahmi kepada orang tua, seseorang akan diluakan rezekinya dan dipanjangkan umurnya
·         Balasan dari perbuatan berbakti kepada orang tua yaitu akan dimasukkan ke syurga oleh Allah SWT.
·         Oleh Allah akan dihindarkan dari berbagai malapetaka

Bentuk-bentuk berbakti kepada orang tua, antara lain dapat dilakukan dengan cara :
1.    bergaul kepada keduanya dengan cara yang baik
2.    berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut atau berbicara dengan perkataan yang mulia kepada orang tua
3.    tawaduk (rendah hati) atau tidak boleh bersikap sombong karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan orang tua kita
4.    memberi infak atau sedekah kepada kedua orang tua
5.    mendoakan kedua orang tua

0 komentar:

Poskan Komentar